Membuat partisi menggunakan cfdisk di Linux
merupakan hal yang wajib diketahui pengguna Linux. Tools partisi ini
sangat mudah dipakai dibandingkan dengan fdisk dan biasanya sudah
tersedia dalam setiap distribusi Linux (distro). Kali ini saya akan
membahas bagaimana membuat partisi harddisk, dan sebagai bahan untuk
memahami dari postingan sebelumnya Mengenal Partisi Primary, Logical, Extended.
Contoh yang akan saya gunakan dengan menggunakan HDD 500 GB yang dibagi
menjadi beberapa partisi. Dalam contoh ini akan dibuat partisi untuk
Windows sebanyak 4 buah partisi (C, D, E, F). Masing-masing seperti ini
pembagiannya.
C: (Master.OS) : 25 GB = Primary
D: (Master.DATA) : 200 GB = Logical
E: (Master.EBOOK): 200 GB = Logical
F: (Master.FUN) : sisa = Logical
dan khusus untuk Linux pembagiannya seperti ini:
/home : 20 GB = Logical
swap : 1 GB = Primary
/ : 15 GB = Primary
Bila diperhatikan, partisi untuk sistem operasi Linux maupun Windows
ukurannya sangat kecil dibandingkan dengan ukuran partisi lainnya.
Kenapa? Karena partisi ini tidak digunakan untuk menyimpan data, dan
yang paling penting jangan pernah menyimpan data di C atau di /. Hanya
orang-orang bodoh dan malas yang menyimpan datanya di sistem. Dan masih
banyak alasan lainnya yang tidak perlu saya sebutkan.
Secara ringkasnya struktur partisi yang akan dibuat sebagai berikut:
![]() |
| Skema Partisi Harddisk |
Bagaimana cara membuatnya? Mudah... Anda bisa menggunakan distro Linux apapun. Ingat, distro apapun maksudnya semua jenis distro. Bisa memakai Ubuntu, slitaz, slackware, IGN dan ribuan distro lainnya. Nah untuk memulainya, ketikan perintah cfdisk di terminal
# cfdisk
Hasilnya akan muncul seperti gambar dibawah.
![]() |
| Tampilan Hardisk Kosong |
Langkah-langkah untuk membuat partisi Harddisk:
Free Space > New > Primary > 25600 > Beginning = C
Free Space > New > Primary > 15360 > End = /
![]() |
| Setelah dibuat dua buah partisi |
Free Space > New > Primary > 2048 > End = Swap
Free Space > New > Logical > 20480 > End = Home
Free Space > New > Logical > 204800 > Beginning = D
Free Space > New > Logical > 204800 > Beginning = E
Free Space > New > Enter > Enter = F
Catatan:
Untuk mendapatkan nilai yang pas (valid) semua dikali dengan 1024. Misal C 25 GB, maka untuk mendapatkan 25 yang benar-benar 25 GB, maka 25 x 1024 = 25600.
Setelah semua partisi dibuat, sekarang saatnya untuk menentukan tipe filesystem. Caranya sebagai berikut:
Arahkan atau blok sda1, pilih Type > Enter > 07 > Enter
Dipilih angka 07 karena filesystem untuk sda1 adalah NTFS. Silakan lanjutkan sisanya menggunakan pedoman berikut:
sda5,6,7 = Type > Enter > 07 > Enter = NTFS
sda3 = Type > Enter > Enter > Enter = Swap
Mengaktivkan partisi C (bootable), khusus untuk Windows dan wajib. Dikatakan wajib karena jika tidak di aktivkan sering menimbulkan masalah dan Windows gagal booting. INGAT: gagal booting bukan karena Linux tapi partisi tidak ada yang di set aktiv. Cukup satu saja yang di set aktiv dan diLARANG ada dua.
Jika sudah pas, dan puas dengan partisi yang dibuat, saatnya untuk konfirmasi dan menulis partisi.
Write > Ketik: yes > Enter = Apply, OK, Commit
Quit atau tekan tombol Q = Keluar
Meskipun partisi-partisi tadi sudah dibuat, tetapi partisi tersebut belum bisa dipakai. Untuk dapat menggunakan partisi tersebut, kita wajib memformatnya. Langkah untuk memformat partisi sebagai berikut:
# mkfs.ntfs -f -L "Master.OS" /dev/sda1
# mkfs.ntfs -f -L "Master.DATA" /dev/sda5
# mkfs.ntfs -f -L "Master.EBOOK" /dev/sda6
# mkfs.ntfs -f -L "Master.FUN" /dev/sda7
# mkfs.ext4 -L "Archlinux" /dev/sda2
# mkfs.ext4 -L "Rumahku" /dev/sda8
Untuk partisi Windows menggunakan mkfs.ntfs sedangkan Linux mkfs.ext4. Yang perlu diperhatikan adalah nomor dari /dev/sdaX dan jangan sampai salah karena akan menyebabkan hilangnya data.
Membuat partisi swap atau memori tambahan (cadangan) kemudian mengaktivkannya.
# mkswap -L "Swapku" /dev/sda3
# swapon /dev/sda3
Hasil akhir dari pembuatan partisi bisa dilihat pada gambar dibawah ini.
Selamat anda telah berhasil membuat partisi menggunakan cfdisk di Linux...
Sumber : Sohibuna.blogspot.com






0 komentar:
Posting Komentar